Wednesday, January 12, 2011

ORANG YANG MASUK SURGA LANTARAN MENYINGKIRKAN SESUATU YANG MENGGANGGU DARI JALAN KAUM MUSLIMIN

PENGANTAR

Rasulullah menyampaikan bahwa iman memiliki tujuh puluh lebih cabang, dan paling tinggi adalah ucapan 'La Ilaaha Illallah', sedangkan yang paling rendah adalah membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan. Dalam kisah hadis ini Rasulullah menyampaikan tentang seorang laki-laki yang dimasukkan Surga oleh Allah hanya karena dia menyingkirkan dahan berduri dari jalan kaum muslimin sehingga tidak mengganggu mereka.



NASH HADIS

Bukhari Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Ketika seorang laki-laki berjalan di satu jalan, dia melihat ranting berduri di jalan, lalu dia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya."

Dalam sebagian riwayat dalam Muslim dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Seorang laki-laki melewati sebuah cabang pohon di badan jalan. Dia berkata, 'Demi Allah, aku akan menyingkirkan ini dari kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka.' Maka dia dimasukkan Surga."

Dalam riwayat lain dalam Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda, "Sungguh, aku telah melihat seorang lakilaki berguling-guling di Surga hanya karena dia memotong dahan pohon di badan jalan yang mengganggu manusia."



TAKHRIJ HADIS

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitabul Adzan, bab keutamaan berangkat ke Dzuhur di awal waktu, 2/139, no. 652; dalam Kitabul Madzalim, bab siapa yang mengambil dahan dan sesuatu yang mengganggu orang-orang di jalan, lalu dia membuangnya, 5/118, no. 2472.

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Bir Was Shilah wal Adab, 4/2021, no. 1914; dan dalam Kitabul Imarah, 3/1521, no. 1914.



PENJELASAN HADIS

Hadis ini menjelaskan kisah seorang laki-laki yang sedang berjalan di satu jalan. Dia melihat dahan yang berduri bergelayut di jalan kaum muslimin, maka orang-orang yang lewat merasa terganggu. Dia bertekad untuk memotong dahan itu dan menjauhkannya dari jalan. Tujuannya, sebagaimana yang secara nyata dikatakannya, adalah untuk menjauhkan sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin. Allah mengampuni perbuatannya untuknya dan memasukkannya ke dalam Surga-Nya. Rasulullah melihatnya sedang menikmati kemegahan Surga dengan perbuatannya ini.

Laki-laki ini beramal sedikit dan meraih pahala besar. Rahmat Allah sangatlah luas dan karunia-Nya juga agung. Apa yang dilakukan oleh orang ini dianjurkan oleh agama kita. Rasulullah memerintahkan agar kita melakukan seperti apa yang dilakukan oleh orang ini. Beliau bersabda, "Jauhkanlah sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin."65 Beliau memberi peringatan keras agar tidak mengganggu jalan kaum muslimin. Tentang hal ini beliau bersabda, "Barangsiapa mengganggu kaum muslimin di jalan mereka, maka dia memperoleh laknat mereka."66
65 Albani dalam Silsilah Shahihah (5/487), no. 2373. Menisbatkannya kepada Abu Bakar bin Abu Syaibah dalam Al-Adab, Abu Ya'la dalam Musnad, Ad- Dhiya' dalam Al-Muntaqa. Muslim meriwayatkan dengan maknanya dan diriwayatkan oleh Ahmad.
66 Albani menisbatkannya dalam Silsilah (5/372), no. 2294, kepada Thabrani. Abu Nuaim dalam Akhbari Ashbahan, Abu Bakar Asy-Syafii dalam Musnad Musa bin Ja'far.


Banyak sekali dalil-dalil dalam bidang ini yang menunjukkan akhlak luhur sebagai ciri khas kaum muslimin yang beramal dengan Islam. Mereka berusaha membersihkan jalan-jalan mereka, tidak mengotori dan membuatnya jorok, serta membuang sesuatu yang mengganggu darinya. Mereka menjadikannya sebagai tuntunan hidup, berharap darinya pahala tanpa bersikap secara berlebih-lebihan.



PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADIS
  1. Penjelasan tentang keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin yang mengandung pahala besar dan agung.
  2. Luasnya rahmat Allah dan besarnya pahala-Nya. Allah membalas laki-laki ini dengan balasan yang besar, dengan memasukkannya Surga lantaran amal yang sedikit, yaitu membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan.
  3. Sejauh mana kaum muslimin menyelisihi ajaranajaran agama mereka. Sebagian tidak hanya tidak bersedia membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin, bahkan membuang sampah rumahnya dan sisa makanannya di jalan kaum muslimin.
  4. Pohon yang boleh ditebang adalah yang mengganggu kaum muslimin. Pohon yang berguna bagi kaum muslimin, seperti pohon yang dipakai untuk berteduh, tidak boleh ditebang. Rasulullah mengancam penebangnya dengan api Neraka. Dalam hadis, "Penebang bidara akan dibenamkan kepalanya oleh Allah di Neraka."67
    67 Dinisbatkan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah (2/175), no. 615, kepada Baihaqi dan lain-lainnya.

Sumber: Kisah-Kisah Shahih dalam Al-Qur'an dan Sunnah,
Bahagian Ke-3: Kisah-Kisah yang Menunjukkan Keutamaan Amal,
Kisah ke-33

0 comments:

Post a Comment